Label

Kamis, 21 Januari 2016

Seni Komedi di Indonsia


Stand Up Comedy atau seni komedi adalah kegiatan menghibur yang dilakukan secara perorangan tanpa adanya bantuan dari orang lain untuk mengundang gelak tawa penonton. Stand Up Comedy mulai berkembang di Indonesia pada akhir tahun 2010.
Perbedaan Stand Up Comedy dengan grup lawak yaitu terletak pada jumlah orang yang menjadi pelaku komedi, stand up comedy hanya dilakukan oleh satu orang saja, sedangkan grup lawak dilakukan lebih dari dua orang atau lebih. Stand up comedy belakangan ini mulai digandrungi oleh masyarakat, baik anak-anak hingga orang tua sekalipun.
Pelaku stand up biasanya dijuluki dengan sebutan komika. Seorang komika harus memiliki pengetahuan yang luas dan selalu mengikuti hal-hal yang berkembang dikalangan masyarakat agar tidak monoton ketika stand up. Sebelum stand up komika biasanya melakukan open mic didepan komika lain dan para mentor.
Open mic adalah ajang latihan yang dilakukan oleh komika untuk mencoba materinya apakah mengundang gelak tawa atau tidak, ajang ini dilakukan sebelum show.  Seorang komika dalam menyampaikan materinya harus percaya diri dan tidak boleh ada keraguan sedikitpun.
Stand up comedy mulai masuk ke media Indonesia pada tahun 2011. Salah satu stasiun televisi yang menayangkan acara stand up yaitu Kompas TV. Stand up comedy semakin membuming semenjak akhir tahun 2015 berkat adanya tayangan stand up comedy academy yang diselenggarakan oleh stasiun tv swasta yaitu Indosiar.
Ajang stand up comedy yang diselenggarakan oleh pihak Indosiar melahirkan berbagai komika baru salah satunya berasal kota Pinrang yaitu Musdalifah. Tak hanya laki-laki, perempuanpun juga bisa unjuk gigi dalam ajang tersebut. Tua maupun muda tidak ada batasan untuk mengikuti ajang stand up comedy. Percaya diri dan berwawasan luas adalah salah satu kunci untuk bisa menjadi seorang komika.
Stand up comedy menjadi salah satu ajang menyalurkan bakat melucu bagi orang yang memang gemar melucu. Selain menghibur para penonton juga dapat menjadi ladang pekerjaan bagi siapapun yang memiliki bakat melucu. Seorang komika tidak harus berasal dari kalangan menengah keatas ataupun memiliki pendidikan tinggi.
Seorang komika bisa juga berasal dari kalangan menengah kebawah. Banyak komika yang awalnya tukang bersih-bersih kantor kini menjadi salah satu komika terkenal dan sering  mendapat panggilan stand up diberbagai kota diseluruh Indonesia.
Tetapi yang harus diperhatikan dalam menonton tanyangan stand up khususnya anak-anak yaitu harus ada pengawasan dari orang tua. Terkadang seorang komika melontarkan kata-kata yang tidak baik untuk dikomsumsi oleh anak-anak. Kata-kata yang dilontarkan tak lain hanya untuk hiburan semata.
Penulis :  Ulfayani/50500113121/Jur C
Post      : Lisa Indrawati 












1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Tauchid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL.alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Tauchid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya sudah keluar, Wassalamu Alaikum Wr Wr

    BalasHapus