Label

Jumat, 17 Juni 2016

Aktualisasi Nilai-Nilai Sipa’ Mandar di Tengah Perkembangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)



Samata,Rabu 25 Mei 2016, BKPT-UIN dan para pengurus KPM-PM UIN Alauddin Makassar,  Menggelar seminar budaya ‘Aktualisasi nilai-nilai sipa’ mandar di tengah perkembangan masyarakat asean (MEA)” kegiatan ini di adakan di kampus 1 UIN Alauddin makassar, yang bertempat di Training Center UIN Alauddin Makassar.
            Salah satu pemateri-Nya adalah Prof. Dr. M Ahmad Sewang M.A yang menyatakan bahwa masalah yang ada khususnya pada budaya mandar yakni pergeseran budaya yang terjadi akibat banyaknya pengaruh dari luar, dan hal ini harus di atasi dengan cara membangkitkan kembali budaya yang sudah hampir hilang dari budaya mandar sendiri. Dan juga menjelaskan tentang asal usul budaya yang sudah tidak asing di mandar yakni budaya sayyang pattudu’ (totamma’) dimana budaya ini sudah di laksanakan oleh rakyat mandar setiap tahunnya, dimana budaya ini juga sudah mengalami perubahan dimana yang dulunya wanita yang naik kuda bersama wanita, dan sekarang sudah ada  perempuan yang  sama laki-laki, yang dulunya yang naik kuda itu adalah anak yang khatam Al-Qur’an sekarang anak yang blum khatam Al-Qur’an pun sudah dapat bisa ikut dalam sayyang pattudu’ ini. Selain itu masalah  yang ada di budaya mandar sendiri adalah budaya berbahasa mandar yang kini mulai hilang di kalangan anak muda sekarang, dimana anak anak sekarang sudah tidak lagi atau jarang menggunakan bahasa mandar.
            Ia juga menyatakan  sistem konfederasi kerajaan bersifat egaliter. Seluruh kerajaan yang berada konfederasi memiliki peran dan fungsi yang relatif sama. Kerajaan yang memiliki pengaruh yang kuat di jadikan ketua. Balanipa menjadi Ama di Pitu Baqbana Binanga, dan Tabulahan sebagai pimpinan persekutuan, tetapi lebih sebagai penghargaan karena kedua kerajaan memiliki infrastruktur,pasukan, dan yang cemerlang.
            Ia juga memaparkan upaya untuk menghimpun segala potensi mandar dalam rangka mendorong pembangunan  kawasan Mandar, dari sudut sosial, Politik ekonomi dan sumber daya manusia untuk kemajuan mandar kedepan, agar mandar  tidak tertinggal di tengah-tengah perkembangan ekonomi (ASEN), dengan mengembangkan proses belajar khususnya para mahasiswa yang akan menjadi penerus di masa mendatang, dengan mempelajari bahasa inggris, bahasa Arab, dengan catatan tidak meninggalkan budaya mandar sendiri.

Kelompok 6  - Ilmu Komunikasi A 2015


Ilmu Komunikasi A 2015 - Kelompok 6
1. Muh Firdaus
2. Ardi Lenda
3. Hamdani
4. Ira Wardani
5. Nur Afia

Dema FEBI Gelar Kajian Rutin Setiap Hari Kamis



Senin Tanggal 23 Mei 2016, Pukul 09.00 Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar mengadakan kajian rutin di Lobi Fakultas. Kegiatan yang digelar setiap hari kamis tersebut merupakan salah satu program kerja dari bidang Pendidikan dan Pengelolaan Keilmuan.
Ketua Dema FEBI, Samsuardi Said mengatakan bahwa kajian rutin tersebut sebagai ruang diskusi bagi mahasiswa. "Baik itu untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa maupun kepekaan terhadap isu yang ramai diperbincangkan saat ini.
Ia juga berharap dengan adanya kajian yang diselenggarakan sekali sepekan itu dapat menambah wawasan dan mengasah intelektual mahasiswa. "Kami memberikan wadah bagi mahasiswa yang ingin belajar dan berdiskusi dengan duduk bersama.
            Walaupun kondisi tempat yang digunakan di Lobi Fakultas yang menjadi pusat mahasiswa untuk berlalu lalang sehingga mengganggu konsentrasi. Namun, di sisi lain menurut Ardi beranggapan bahwa hal inilah yang menjadi daya tarik bagi mahasiswa.

Kelompok 6 - Ilmu Komunikasi A 2015
1. Muh Firdaus
2. Ardi Lenda
3. Hamdani
4. Ira Wardani
5. Nur Afia

Hidupkan Semangat Berlembaga Melalui Dialog Interaktif



Himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menggelar Dialog Interaktif dengan tema " Apa Kabar Lembaga Kemahasiswaan ?" di Gazebo FDK,Selasa 17 Mei.
   Dialog yang membahas mengenai kelembagaan mahasiswa ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Prof. Dr. Muh Natsir M.A, Dekan Fak. Ushuluddin & Filsafat, Dr. H. Mahmuddin M.Ag, wakil dekan II FDK dan Ilham Azhari Said, Ketua DEMA Saintek 2015.
  Dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag, M.pd,M,Si,M.M, beliau mengaku sangat mengapresiasi dialog tersebut karena konsepnya tepat utamanya untuk mahasiswa UIN Alauddin.
  Adannya Dialog Interaktif kali ini digelar untuk menyadarkan kembali mahasiswa mengenai pentingnya lembaga kemahasiswaan (LK). Upaya ini diyakini bisa meredam tawuran antarmahasiswa yang dapat menciderai nama kampus. Pengembangan diri mahasiswa bisa disalurkan melalui lembaga kemahasiswaan yang ada di setiap kampus.
Konsepnya dibawakan berbeda dengan dialog pada umumnya karena digelar diluar ruangan,
  " Sasaran dialog kali ini kita peruntukkan bukan hanya mahasiswa dalam fakultas saja namun juga dibuka untuk umum," Ujar Herman, Ketua HMJ Manajemen Dakwah.
Antusiasme mahasiswapun terlihat dari keaktifan audiens untuk bertanya hingga sempat terjadi perdebatan dengan narasumber dan diselesaikan dengan hasil yang baik. Dialogi ini diharapkan mampu membuat mahasiswa kembali aktif dalam mengikuti lembaga kemahasiswaan kampus.

Kelompok 5 - Ilmu Komunikasi A 2015
1. Rabiatul Adawiah
2. Rezki Radya Usman
3. Sarwana Illahi
4. Hasniar

Robotika UINAM Boyong 2 juara



MAKASSAR,FAJAR--Tim Robot bernama Akkarena dari UNIVERSITAS ISLAM  NEGRI ALAUDDIN MAKASSAR(UINAM)  kembali  keluar sebagai pemenang  dalam kontes robotic yang diselenggarakan oleh Robotika UIN  Maulana Malik Ibrahim Malang pada bulan maret tahun 2016. Event  ini rutin diadakan setahun sekali dan membuat tim robotika UINAM  memperebutkan juara dengan 30 peserta lainnya yang berasal dari  pelbagai Universitas di Indonesia.
Mereka mengirim 2 timnya yang berjumlahkan sembilan orang dan satu  pembimbing untuk ikut serta dalam Lomba tersebut. Tak tanggung- tanggung mereka berhasil membawa pulang dua piala sekaligus, Tim   A sebagai juara 1 dan Tim B juara 3.

 Komunitas Robotika yang beranggotakan 26 orang ini didirikan oleh  Mahasiswa Teknik Informatika UINAM, mereka telah menyisihkan tim  pesaingnya melalui 4 robot rakitannya sendiri. Proses pembuatan  robot soccer ini dikaui cukup sulit karena membutuhkan konsep yang  benar-benar teliti, juga alat dan peralatannya yang masih sulit  ditemukan sehingga mereka harus menunggu waktu yang cukup lama  untuk mendapatkan alat yang mereka inginkan sesuai dengan
kebutuhan robotnya, meski begitu dengan keuletan Timnnya mereka  tetap bisa menyelesaikan robot tersebut sebelum batas waktu yang ditentukan.

 "Proses pembuatan robotnya hanya memerlukan waktu kurang lebih satu minggu karena kami telah menyiapkan konsep yang matang jauh jauh hari," Ungkap Arnizan, Ketua Kelompok Tim 1.
Menurut pembimbing sekaligus pendiri komunitas ini, Justiadi, ST,  Komunitas yang baru berdiri di akhir tahun 2013 ini dikatakan  masih sangat seumur jagung, namun mereka telah menghasilkan begitu banyak prestasi. Dari beberapa kali lomba yang mereka ikuti, mereka telah mengantongi enam piala dari berbagai kompetisi di pelbagai kota.

" Saya harap, komunitas ini mampu mempertahankan eksistensinya di dalam maupun di luar kampus, dan semakin menghasilkan lebih banyak  karya," jelasnya pada FAJAR.

Keberhasilan mereka tidak terlepas dari peran dosen-dosen  pembimbing dan pihak kampus yang selalu mendukung komunitas ini, mereka berharap mampu membuat lebih banyak robot dan menghasilkan  bibit-bibit kreatif lainnya.

Kelompok 5 - Ilmu Komunikasi A 2015
1 Rabiatul Adawiah
2. Rezki Radya Usman
3. Sarwana Illahi
4. Hasniar

Seni Budaya eSA UINAM Gelar Karya Perdana



GOWA,FAJAR-- "Orang yang tidak berkecimpung dalam bidang seni itu hanya perlu dibentuk, tapi untuk orang yang berkecimping di dunia seni, harus dilahirkan, dan eSA adalah kandungannya," Ujar mohammad Sabri AR,  Pembina UKM Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar yang baru menggelar pentas perdana "EKSIBISI EKSIBANAT" ke XIX Kamis Malam, 26 Mei di Gedung PKM, Kampus II UINAM Samata Gowa .
   Setelah melalui proses pengkaderan yang cukup panjang, Anggota baru UKM Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar  melakukan persembahan pertamanya. mengambil tema ‘Senilai Berkarya’,  Setiap pementas merupakan para penggiat seni itu sendiri dan juga menjadi pelopor dari kebudayaan diranah kampus.
   UKM Seni Budaya eSA yang memiliki delapan cabang studio, menampilkan pertunjukan sastra, Permainan musik,teater, tari tradisonal, tilawah, dan vocal. para pengunjung juga disuguhi dengan pameran cinematografi dan galeri seni rupa yang kreatif karya para anggota. Pada pementasan kali ini bermaksud bahwa setiap seni yang ditampilkan itu adalah hasil karya yang memiliki nilai atau maknanya tersendiri juga ditanamkan nilai-nilai budaya di dalamnya.
   Ade Kurniawan, Sekertaris Panitia mengaku bangga atas acara yang sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan ini,
   "Kami berharap anggota baru ini tidak cepat puas dan selalu membuat karya-karya baru yang lebih kreatif," Ujarnya saat ditemui seusai acara.

Kelompok 5 - Ilmu Komunikasi A 2015
 
1. Rabiatul Adawiah
2. Sarwana Illahi
3. Rezky Radia Usman
4. Hasniar